MODEL
ATOM
MAKALAH
Diajukkan untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Fisika Dasar II

Oleh :
1.
Hariati Veni Vani (152151045)
2.
Siti Wahyuni (152151063)
3.
Cici Nurlatifah (152151067)
4.
Fitri Maulina (152151070)
5.
Sinta Nurjanah (152151071)
6.
Dwi Khoerul Wildan (152151074)
Kelas
: 2015 B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2016
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin-Nyalah penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah
Fisika Dasar II dengan judul “Model Atom”.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada dosen pembimbing atas bimbingan yang telah diberikan kepada
penulis dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua.
Penulis menyadari bahwa dalam
penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi penyajian maupun
materi. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari semua pihak
sangat penulis perlukan, demi kesempurnaan makalah ini.
Penulis
PEMBAHASAN
A. Perkembangan
Teori Atom
Istilah
atom pertama kali dikemukakan oleh filusuf Yunani kuno, Demokritus (460-370
SM). Menurut Demokritus jika suatu materi dibelah maka pembelahan materi akan
berakhir pada tingkat dimana partikel tidak dapat dibelah lagi, yang dinamakan
atom. Namun konsep atom yang dikemukakan oleh Demokritus tidak didukung oleh
eksperimen yang tidak meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberapa
ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.
Pengembangan
konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh Jhon Dalton (1805), kemudian
dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911), dan disempurnakan oleh Bohr
(1914).
1. Model
Atom Dalton
Teori atom yang diusulkan Dalton adalah
sebagai berikut :
a. Atom
adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom-atom
suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.
Misalnya, atom besi tidak dapat berubah menjadi atom emas.
c. Dua
atom atau lebih dari unsur-unsur berlainan dapat membentuk suatu molekul.
Misalnya, atom hidrogen dan atom oksigen bersenyawa membentuk molekul air (H2O).
d. Pada
suatu reaksi kimia, atom-atom berpisah kemudian bergabung lagi dengan susunan
yang berbeda dari semula, tetapi massa keseluruhannya tetap. Gagasan ini sesuai
dengan hukum Lavoisier yang berbunyi : massa
zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi.
e. Pada
reaksi kimia, atom-atom bergabung menurut perbandingan tertentu yang sederhana.
Gagasan ini sesuai dengan hukum Proust yang berbunyi : perbandingan berat unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa selalu tetap.
Hipotesa
Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
peluru. Seperti gambar berikut ini :

Kelebihan
model atom Dalton :
a.
Dapat menerangkan Hukum
Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier).
b.
Dapat menerangkan Hukum
Perbandingan Tetap (Hukum Proust).
c.
Menumbuhkan minat
terhadap penelitian mengenai model atom.
Kelemahan
model atom Dalton :
a.
Tidak dapat menerangkan
suatu larutan dapat menghantarkan listrik.
b.
Berdasarkan percobaan,
atom-atom dari unsur yang sama dapat mempunyai massa yang berbeda.
c.
Tidak dapat menjelaskan
cara atom-atom saling berikatan.
d.
Tidak dapat menjelaskan
perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lainnya.
2.
Model Atom Thomson
Setelah
tahun 1897 Joseph John Thomson berhasil membuktikan dengan tabung sinar katode
bahwa sinar katode adalah berkas partikel yang bermuatan negatif (berkas
elektron) yang ada pada setiap materi, maka tahun 1898 J.J.Thomson membuat
suatu teori atom. Thomson mengusulkan model atom sebagai berikut :
Atom berbentuk bola padat dengan
muatan-muatan listrik positif tersebar merata di seluruh bagian bola.
Muatan-muatan positif ini dinetralkan oleh elektron-elektron bermuatan negatif
yang melekat pada bola seragam bermuatan positif tersebut, seperti kismis yang
melekat pada sebuah kue. Oleh karena itu, model atom Thomson dikenal dengan
sebutan model atom kue kismis (plum
pudding atomic model)
Percobaan Millikan
Pada tahun 1909, seorang fisikawan
Amerika Robert A. Millikan berhasil mengukur muatan listrik sebuah elektron.
Dalam percobaannya dia menggunakan tetsan minyak. Oleh karena itu, percobaannya
dikenal dengan sebutan percobaan tets minyak Millikan (Millikan’s oil drop experiment).
Millikan mengulang percobaannya dengan
mengamati ribuan tetes minyak. Akhirnya, ia menyatakan dua kesimpulan tentang
muatan listrik pada tetes minyak.
a.
Tidak pernah ditemukan
tetesan minyak yang mengandung muatan listrik yang lebih kecil dari suatu nilai
tertentu. Muatan listrik terkecil ini adalah muatan sebuah elektron dan
dinamakan muatan elementer (diberi simbol e).
b.
Semua muatan listrik
tetesan minyak selalu merupakan kelipatan bulat dari muatan elementer. Muatan
listrik tetesan minyak yang diamati Millikan adalah e,2e,3e,...,ne, dengan n = 1, 2, 3, .... ini sekaligus menyatakan sifat kuantum dari muatan
listrik.
Besar
muatan listrik sebuah elektron (muatan elementer) yang diperoleh Millikan
adalah e = 1,602192 x 10-19C.
Karena muatan sebuah elekron (e)sudah
diketahui, maka massa sebuah elektron dapat dihitung dari nilai e/m Thomson. Massa elektron adalah e = 9,109559 x 10-31 C kg.
Model atom Thomson
dapat digunakan sebagai berikut :

Kelebihan model atom Thomson :
a. Dapat
menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel
subatomik.
b. Dapat
menerangkan sifat listrik atom.
Kelemahan model
atom Thomson :
a. Tidak
dapat menerangkan bagaimana susunan muatan atom positif dan negatif dalam bola
atom tersebut.
b. Tidak
dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas
yang dikemukakan oleh Rutherford.
c. Tidak
dapat menjelaskan adanya inti atom.
3. Model
Atom Rutherford
Pada
tahun 1903 Philip Lenard melalui percobaannya membuktikan bahwa teori atom
Thomson yang menyatakan bahwa elektron tersebar merata dalam muatan positif
atom adalah tidak benar. Hal ini mendorong Ernest Rutherford (1911) tertarik
melanjutkan eksperimen Lenard. Dengan bantuan kedua muridnya Hans Geiger dan
Ernest Marsden, Rutherford melakukan percobaan dengan hamburan sinar
.
Partikel
bermuatan
positif. Kemudian Rutherford mengajukan teori atom sebagai berikut : atom
tersusun atas inti atom yang bermuatan positif sebagai pusat massa dan
dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif.
Dari hasil percobaan Rutherford tampak
bahwa model atom Thomson yang menyatakan bahwa massa atom tersebar merata dalam
seluruh atom tidak dapat diterima lagi. Berdasarkan tiga kesimpulan yang telah
didapat dari percobaannya, yang berbunyi sebagai berikut.
a. Semua
muatan positif dan sebagian besar massa atom berkumpul pada sebuah titik di
tengah-tengah atom, yang disebut inti atom.
b. Inti
atom dikelilingi oleh elektron-elektron pada jarak yang relatif.
Elektron-elektron berputar pada lintasan-lintasan, seperti planet-planet yang
bergerak mengelilingi matahari dalam tata surya.
Model
atom Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut :

Percobaan
Rutherford

Kelebihan
model atom Rutherford :
a. Mudah
dipahami untuk menjelaskan struktur atom yang rumit.
b. Dapat
menjelaskan bentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti atom.
c. Dapat
menggambarkan gerak elektron disekitar inti.
Kelemahan
model atom Rutherford :
a.
Tidak dapat menjelaskan
kestabilan atom.
b.
Tidak dapat menjelaskan
spektrum garis atom hidrogen.
c.
Belum mampu menjelaskan
dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap inti atom.
d.
Elektron memancarkan
energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
e.
Tidak dapat menjelaskan
mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
4.
Model Atom Bohr
Bohr
mengusulkan model atom sebagai berikut :
a. Elektron
begerak dalam orbit-orbit melingkar di sekitar proton di bawah pengaruh gaya
Coulomb.
b. Elektron
tidak dapat berputar di sekitar inti melalui setiap orbit, tetapi elektron
hanya melalui orbit-orbit stabil tertentu tanpa meradiasikan energi. Orbit
stabil ini disebut orbit stasioner yang memiliki energi tertentu yang tetap,
dan karena itu fisika klasik boleh digunakan untuk menjelaskan gerak elektron
pada orbit-orbit stasioner ini.
c. Radiasi
dipancarkan oleh atom ketika elektron “melompat” dari suatu keadaan stasioner
(orbit stasioner) yang energinya lebih tinggi ke keadaan stasioner yang
energinya lebih rendah. “Lompatan” ini tidak dapat digambarkan atau
diperlakukan secara fisika klasik. Peristiwa ini adalah khusus karena frekuensi
(f) dari foton yang dipancarkan dalam
lompatan sama sekali tidak bergantung pada frekuensi gerak elektron pada
orbitnya. Frekuensi foton cahaya yang dipancarkan berhubungan dengan perubahan
dalam energi atom.
Eaw–
Eak = hf
Dengan Eaw
adalah energi pada keadaan awal dan Eakadalah energi pada keadaan
akhir, di mana
Eaw>
Eak
d.
Ukuran dari orbit-orbit
yang diperkenankan ditentukan oleh keadaan kuantum tambahan, yaitu momentum
sudut orbital elektron. Orbit-orbit yang diperkenankan ditempati elektron
adalah orbit-orbit yang momentum sudutnya terhadap inti merupakan suatu
kelipatan bulat dari h = 
Energi total elektron
: E = 
Jari-jari atom hidrogen
: rn= 
Jari-jari Bohr :
=
= 0,528 
Menurut model atom Bohr,
elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang
disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah
kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya
dan semakin tinggi tingkat energinya.

Percobaan
Bohr

Kelebihan model atom
Bohr :
a. Mampu
membuktikan adanya lintasan elektron untuk atom hidrogen.
b. Elektron-elektron
yang mengelilingi inti mempunyai lintasan dan energi tertentu.
Kelemahan
model atom Bohr :
a. Tidak
dapat menjelasakan spektrum warna dari atom-atom yang memiliki banyak elektron.
b. Tidak
dapat menjelaskan efek Zeeman, efek Strack, dan spektrum warna atom berelektron
banyak.
c. Tidak
dapat menjelaskan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik.
B. Model
Atom Mekanika Kuantum
Pada
tahun 1927, Erwin Schrodinger mengemukakan teori atom yang disebut teori atom
mekanika kuantum atau mekanika gelombang. Teori tersebut dapat diterima para
ahli sampai sekarang. Menurut teori atom mekanika kuantum, kulit-kulit elektron
bukan kedudukan yang pasti dari suatu elektron, tetapi hanyalah suatu
kebolehjadian saja.
1. Persamaan
de Broglie
dengan
= panjang
gelombang de Broglie elektron (m)
h = konstanta
Planck (6,6 x 10-34 J s)
m = massa elektron (9,1 x 10-31 kg)
e = muatan elektron (1,6 x 10-19)
V = tegangan pemerepat (volt)
2. Prinsip
Keidakpastian Heisenberg
Prinsip
Keidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa tidak mungkin kita mengetahui posisi
partikel secara tepat dan momentum partikel secara tepat pada saat bersamaan.
Jika kita dapat menetukan posisi sebuah partikel secara tepat, pastilah
momentumnya tidak tepat. Sebaliknya, jika kita dapat menentukan momentum
partikel secara tepat, pastilah posisinya tidak tepat.
Dengan
demikian, posisi dan momentum elektron tidak dapat ditentukan dengan pasti
karena elektron selalu bergerak. Akibatnya, kita tidak mungkin mengetahui
lintasan elektron secara pasti seperti yang dikemukakan oleh Bohr. Inilah yang
dimaksudkan dengan model atom Bohr melanggar prinsip ketidakpastian Heisenberg.
Yang dapat ditentukan adalah orbital. Orbital adalah daerah kebolehjadian
terbesar untuk menemukan elektron. Tiap titik menunjukkan kemungkinan menemukan
elektron. Semakin rapat titik, semakin besar peluang menemukan elektron di
daerah itu. Orbital bukanlah bidang tetapi ruang yang digambarkan mitip dengan
lapisan-lapisan umbi bawang.
3. Bilangan
Kuantum
Model
atom mekanika gelombang atau model atom mekanika kuantum didasarkan pada
kuantisasi momentum dan energi oleh gelombang elektron. Dalam model atom
mekanika kuantum, untuk menetapkan keadaan stasioner elektron diperlukan empat
bilangan kuantum. Keempat bilangan kuantum tersebut adalah :
a. Bilangan
kuantum utama (n)
Bilangan
kuantum utama dalam teori kuantum bersesuaian dengan bilangan kuantum n dalam teori Bohr, yaitu menentukan
energi total elektron. Energi total elektron adalah konstan, dapat bernilai berapa
saja, tetapi harus negatif. Ini berarti bahwa untuk mengeluarkan elektron dari
orbitnya diperlukan energi. Nilai bilangan kuantum utama adalah bulat mulai
dari 1 sampai dengan tak hingga (n =1,
2, 3, ...,
).
Orbit
tempat elektron bergerak disebut kulit dan diberi nama dengan huruf kapital (K,
L, M, N, O, ...). kulit dengan n = 1
diberi nama kulit K, kuliat n = 2
diberi nama L, dan seterusnya.
b. Bilangan
kauntum orbital (l)
Bilangan
kuantum orbital (sering disebut juga sebagai bilangan kuantum azimut), diberi
lambang l, adalah bilangan kuantum
yang menentukan besar momentum sudut elektron. Nilai l dibatasi oleh nilai n,
yaitu bilangan bulat mulai dari nol sampai dengan (n-1). Misalnya, untuk n =
3, nilai yang diperbolehkan adalah l =
0, 1, dan 2. Besar momentum sudut (L) dapat dihitung dari nilai bilangan
kuantum orbital (l), yaitu
L
= 
h = 
Jika
bilangan kuantum utama n menyatakan
kulit tempat elektron berada, maka bilangan kuantum orbital menyatakan subkulit
tempat elektron berada dan juga bentuk orbital. Subkulit juga diberi nama
tetapi dengan menggunakan huruf nonkapital (s,
p, d, f, g, h,...). Dengan demikian subkulit s untuk l = 0, subkuliat p untuk l = 1, subkulit d untuk l = 2, dan seterusnya. Gabungan bilangan kuantum uatama n dan bilangan kuantum orbital l sering digunakan untuk menyatakan
keadaan atomik.
Bilangan
kuantum orbital menyatakan besar momentum sudut elektron. Momentum sudut
elektron adalah besaran vektor yang arahnya dinyatakan oleh kaidah tangan
kanan. Untuk menyatakan arah momentum sudut diperkenalkan bilangan kuantum
magnetik (diberi lambang m). Nilai m dibatasi oleh nilai l, yaitu bilangan bulat mulai dari –l sampai dengan +l.
d. Bilangan
kuantum spin (s)
Spin
elektron dapat dijelaskan oleh suatu bilangan kuantum s, yang nilainya hanya boleh
.
Seperti halnya besar momentum sudut orbital L, besar momentum sudut spin untuk
elektron dinyatakan dengan persamaan
S
= 
4.
Asas Larangan Pauli
Bunyi
asas larangan Pauli adalah sebagai berikut.
“Tidak
ada dua elektron dalam sebuah atom yang dapat memiliki keempat bilangan kuantum
yang persis sama”.
Asas ini mengatakan
bahwa tidak ada dua elektron dalam sebuah atom dapat memiliki sekumpulan
bilangan kuantum yang persis sama. Kedua elektron bisa saja memiliki tiga
bilangan kuantum yang tepat sama (misalnya n,
l, m tepat sama) tetapi satu bilangan kuantum lainnya yaitu s haruslah berbeda. Asas larangan Pauli
juga membatasi setiap orbital hanya mampu menampung maksimum 2 elektron, dan
dalam satu orbital (disebut elektron berpasangan).
C. Energi
Ionisasi Elektron
1. Energi
Ionisasi
Energi
ionisasi adalah energi terendah yang dibutuhkan untuk melepaskan sebuah
elektron dari ikatan atomnya.
Dengan
E = Energi ionisasi (eV)
n
= Bilangan kuantum
2. Tingkat
Energi
Dengan
n2= Bilangan kuantum ke-2
n1= Bilangan kuantum ke-1
D. Soal
dan Pembahasan
1. Jelaskan
model atom menurut Bohr!
Jawab : Menurut model atom Bohr,
elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang
disebut kulit elektron atau tingkat energi. Tingkat energi paling rendah adalah
kulit elektron yang terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya
dan semakin tinggi tingkat energinya.
2. Jika
diketahui h = 6,6 x 10-34Js
dan
=
1,4 maka besarnya momentum sudut elektron untuk l = 1 adalah...
Pembahsan :
Diketahui : h =
6,6 x 10-34
l = 1
Ditanyakan : L ?
Jawab : 
3. Energi
elektron pada keadaan dasar di dalam atom hidrogen adalah -13,6 eV. Energi
elektron pada orbit dengan bilangan kuantum n = 4 adalah...
Pembahasan :
Diketahui : n = 4
Ditanyakan : E ?
Jawab : 
DAFTAR PUSTAKA
Akhmadin,Johana.(2015).“Materi
Fisika Atom”.Tersedia online: http://www.johanakhmadin.web.id/2015/11/03/materi-fisika-atom.html.
Diakses pada tanggal 3 November 2015
Dayana,Indri.(2014).“Teori
Atom”.Tersedia online: http://indridayana.blogspot.pin/2014/02/15/teori-atom.html.
Diakses pada tanggal 15 Februari 2014
Nugroho,
Djoko.2009.Mandiri FISIKA untuk SMA/MA
Kelas XII.Jakarta:Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar