Ø Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan,isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.
Ø Pengertian KTSP.
KTSP adalah kurikulum operasional yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (BSNP,
2006:5).
Ø Prinsip
Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan
SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP,
serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Adapun prinsip
pengembangan KTSP sebagai berikut (BSNP, 2006: 5-7).
A.
Berpusat pada potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan
lingkungannya:
Pengembangan
potensi peserta didik hendaknya disusuaikan dengan potensi,
perkembangan,kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya,
serta
pembelajarannya
berpusat pada peserta didik.
B.
Beragam dan terpadu:
Kurikulum meliputi
substansi komponenmuatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan
dirisecara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambunganyang
bermakna dan tepat antar substansi.
C.
Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni:
Semangat dan isi
kurikulum hendaknya dapat memberikanpengalaman belajar peserta didik untuk
mengikuti dan memanfaatkanperkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
D.
Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
Kurikulum hendaknyarelevan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk
didalamnya
kehidupan
kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.
E.
Menyeluruh dan berkesinambungan:
Substansi kurikulum
mencakupkeseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata
pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambunganantar semua
jenjang pendidikan.
F.
Belajar sepanjang hayat:
Kurikulum
mencerminkan keterkaitanantara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan
informaldengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang
selaluberkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
G.
Seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingan daerah:
Kepentingan
nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisidan memberdayakan sejalan
dengan motto Bhineka Tunggal Ikadalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Ø KOMPETENSI YANG HARUS
DIMILIKI GURU :
1.
Pedagogik
Pemahaman guru
terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi
hasil belajar, dan pengembangan potensi peserta didik.
2.
Propesional
Penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam
3.
Kepribadian
Kemampuam personal
yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa,
menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
4.
Sosial
Kemampan guru untuk
bergaul atau berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, tenaga
kependidikan, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
Ø
STANDAR ISI ktsp
Standar isi adalah suatu bagan rencana
lingkup materi minimal, dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai
kompetensi lulusan minimal, pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Dalam
standar isi mencakup:
1. dasar dan struktur kurikulum
2. Beban belajar bagi peserta didik
3. Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang
akan dikembangkan oleh satuanpendidikan
4. Kalender pendidikan untuk penyelenggaraan
pendidikan
Ø
prinsip pengembangan
kurikulum sebagai berikut:
·
Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
·
Beragam dan terpadu.
·
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni.
·
Relevan dengan kebutuhan hidup.
·
Menyeluruh dan berkesinambungan.
·
Belajar sepanjang hayat.
·
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan
daerah.
Ø
Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
·
Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi.
·
Kurikulum dilaksanakan dengan menegakan kelima pilar
belajar.
·
Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik
mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan dan pengayaan.
·
Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta
didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai.
·
Kurikulum dilkasanakan dengan menggunakan pendekatan
multi strategi dan multimedia.
·
Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan kondisi
alam.
·
Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi
mata pelajaran.
Ø
Beban belajar adalah waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik
untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan
terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai Standar
Kompetensi Lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta
didik dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Ø
Kegiatan tatap mukaadalah kegiatan pembelajaran yang berupa
proses interaksi antara proses peserta didik dengan pendidik.
Ø
Beban belajar kegiatan tatap
muka per-jam pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan ditetapkan
sebagai berikut:
a. SMP/MTs/SMPLB berlangsung selama 40 menit.
b. SMA/MASMALB/SMK/MAK berlangsung selama 45
menit.
Ø
Beban belajar kegiatan tatap
muka perminggu pada setiap satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
a. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per
minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran.
b. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per
minggu untuk SMA/MA/SMALB/SMK/MAK adalah 38 sampai 39 jam pembelajaran.
Ø
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian
dalam menentukan kelulusan peserta didik
Ø
Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program
pendidikan yang
peserta didiknya diwajibkan mengikuti
seluruh program pembelajaran
dan beban belajar yang sudah ditetapkan
untuk setiap kelas sesuai
dengan struktur kurikulum yang berlaku
pada satuan pendidikan. Beban
belajar setiap mata pelajaran pada Sistem
Paket dinyatakan dalam satuan
jam pelajaran
(Permendiknas No. 22/2006 hal 39).
Ø
Sistem kredit
semester adalah sistem
penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta didiknya
menentukan sendiri beban belajar
dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester
pada satuan pendidikan.
Beban belajar setiap mata pelajaran pada
sistem kredit semester
dinyatakan dalam satuan kredit semester
(SKS). Beban belajar satu
SKS meliputi satu jam pembelajaran tatap
muka, satu jam penugasan
terstruktur, dan satu jam kegiatan
mandiri tidak terstruktur. Panduan
tentang sisitem
kredit semester diuraikan secara khus
Ø Pendekatan adalah sebagai titik tolak
atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.
Ø
Pendekatan pembelajaran dapat diartikansebagai
titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk
pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum,
di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Ø Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran
adalah :
1. Sebagai pedoman umum dalam menyusun
langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan.
- Memberikan
garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.
- Menilai
hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.
- Mendiaknosis
masalah-masalah belajar yang timbul, dan
- Menilai hasil penelitian dan
pengembangan yang telah dilaksanakan.
Ø Macam-macam
Pendekatan Pembelajaran Matematika Sekolah
1.
Konstruktivisme adalah sebuah teori
belajar dimana teori ini berpusat pada siswa.
2.
Pendekatan konstektual merupakan
suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata kedalam kelas
dan mendorong siswa membuat membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga
dan masyarakat.
3.
(RME) Matematika Realistik yang
telah diterapkan dan dikembangkan di Belanda teorinya mengacu pada matematika
harus dikaitkan dengan realitas dan matematika merupakan aktifitas manusia.
4.
Pendekatan saintific adalah Proses
pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif
mengkonstruksi pengetahuan, ketrampilan, dan lainnya melalui tahapan mengamati
, menanya, menalar, mencoba, dan menbentuk jejaring untuk semua mapel.
5.
Pembelajaran dengan pendekatan
Open-Ended diawali dengan memberikan masalah terbuka kepada siswa
6.
Pendekatan konsep adalah pendekatan
yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar
tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi)
7.
Pendekatan induktif merupakan proses
penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum
8.
Pendekatan deduktif (deductive
approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau
lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.
(umum ke khusus).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar