Selasa, 21 Juni 2016

kisi kisi tksm

Ø  Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ø  Pengertian KTSP.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (BSNP, 2006:5).

Ø  Prinsip Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BNSP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Adapun prinsip pengembangan KTSP sebagai berikut (BSNP, 2006: 5-7).
A.   Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik dan lingkungannya:
Pengembangan potensi peserta didik hendaknya disusuaikan dengan potensi, perkembangan,kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta lingkungannya, serta
pembelajarannya berpusat pada peserta didik.
B.   Beragam dan terpadu:
Kurikulum meliputi substansi komponenmuatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan dirisecara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambunganyang bermakna dan tepat antar substansi.
C.   Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni:
Semangat dan isi kurikulum hendaknya dapat memberikanpengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkanperkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
D.   Relevan dengan kebutuhan kehidupan;
Kurikulum hendaknyarelevan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.
E.    Menyeluruh dan berkesinambungan:
Substansi kurikulum mencakupkeseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambunganantar semua jenjang pendidikan.
F.    Belajar sepanjang hayat:
Kurikulum mencerminkan keterkaitanantara unsur-unsur pendidikan formal, non formal, dan informaldengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selaluberkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
G.   Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah:
Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisidan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ikadalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).











Ø  KOMPETENSI YANG HARUS DIMILIKI GURU :
1.     Pedagogik
Pemahaman guru terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan potensi peserta didik.
2.     Propesional
Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam
3.     Kepribadian
Kemampuam personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
4.     Sosial
Kemampan guru untuk bergaul atau berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Ø  STANDAR ISI ktsp
Standar isi adalah suatu bagan rencana lingkup materi minimal, dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal, pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Dalam standar isi mencakup:
1.       dasar dan struktur kurikulum
2.      Beban belajar bagi peserta didik
3.      Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang akan dikembangkan oleh satuanpendidikan
4.      Kalender pendidikan untuk penyelenggaraan pendidikan

Ø  prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut:
·         Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
·         Beragam dan terpadu.
·         Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
·         Relevan dengan kebutuhan hidup.
·         Menyeluruh dan berkesinambungan.
·         Belajar sepanjang hayat.
·         Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Ø  Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
·         Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi.
·         Kurikulum dilaksanakan dengan menegakan kelima pilar belajar.
·         Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan dan pengayaan.
·         Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai.
·         Kurikulum dilkasanakan dengan menggunakan pendekatan multi strategi dan multimedia.
·         Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan kondisi alam.
·         Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran.
Ø  Beban belajar adalah waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Ø  Kegiatan tatap mukaadalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara proses peserta didik dengan pendidik.
Ø  Beban belajar kegiatan tatap muka per-jam pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan ditetapkan sebagai berikut:
a.    SMP/MTs/SMPLB berlangsung selama 40 menit.
b.    SMA/MASMALB/SMK/MAK berlangsung selama 45 menit.
Ø  Beban belajar kegiatan tatap muka perminggu pada setiap satuan pendidikan adalah sebagai berikut:
a.       Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran.
b.      Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMA/MA/SMALB/SMK/MAK adalah 38 sampai 39 jam pembelajaran.
Ø  SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik
Ø  Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang
peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran
dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai
dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Beban
belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan
jam pelajaran (Permendiknas No. 22/2006 hal 39).
Ø  Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar
dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan.
Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester
dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Beban belajar satu
SKS meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan
terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur. Panduan
tentang sisitem kredit semester diuraikan secara khus
Ø  Pendekatan adalah sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.
Ø  Pendekatan pembelajaran dapat diartikansebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Ø  Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :
1.      Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan.
  1. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.
  2. Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.
  3. Mendiaknosis masalah-masalah belajar yang timbul, dan
  4. Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.
Ø  Macam-macam Pendekatan Pembelajaran Matematika Sekolah
1.      Konstruktivisme adalah sebuah teori belajar dimana teori ini berpusat pada siswa.
2.      Pendekatan konstektual merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
3.      (RME) Matematika Realistik yang telah diterapkan dan dikembangkan di Belanda teorinya mengacu pada matematika harus dikaitkan dengan realitas dan matematika merupakan aktifitas manusia.
4.      Pendekatan saintific adalah Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruksi pengetahuan, ketrampilan, dan lainnya melalui tahapan mengamati , menanya, menalar, mencoba, dan menbentuk jejaring untuk semua mapel.
5.      Pembelajaran dengan pendekatan Open-Ended diawali dengan memberikan masalah terbuka kepada siswa
6.      Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi)
7.      Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum
8.      Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. (umum ke khusus).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar